ARSKI Perkuat Kerja Sama KAPJ dan Peningkatan Kinerja Rumah Sakit Kemenkes
Jakarta, 22 Oktober 2026 — Asosiasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Indonesia (ARSKI) menggelar Pertemuan Koordinasi hari pertama di BSI Tower, Jakarta, Kamis (22/10). Kegiatan ini berfokus pada penguatan kerja sama penjaminan pelayanan pasien, peningkatan kinerja rumah sakit, serta penguatan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.
Pertemuan dipimpin oleh dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS, selaku Ketua ARSKI sekaligus Direktur Utama RS Soeharto Heerdjan. Hadir dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS; Sekretaris Ditjen Kesehatan Lanjutan, dr. Sunarto, M.Kes.; Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo; serta jajaran pimpinan BSI, perwakilan OJK, InHealth, PT Admedika, dan pimpinan rumah sakit Kementerian Kesehatan.
Kerja Sama KAPJ untuk Keberlanjutan Pelayanan
Dalam sambutannya, dr. Soeko menyampaikan bahwa kerja sama Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ) diharapkan membuka jalur baru dalam penjaminan dan pembayaran pelayanan pasien. Implementasi awal dilakukan bersama InHealth dan direncanakan dapat diperluas ke perusahaan asuransi lainnya.
Selain itu, dilakukan pula kerja sama penjaminan piutang rumah sakit dengan BSI yang diharapkan dapat mendukung pengelolaan piutang dan memperkuat keberlanjutan finansial rumah sakit. Dr. Soeko menyampaikan apresiasi kepada BSI atas dukungan dan komitmen dalam membuka peluang kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama ini menjadi langkah positif dalam menghadirkan inovasi penjaminan yang bermanfaat bagi rumah sakit serta mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Dorong Produktivitas Rumah Sakit
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, menyampaikan arahan mengenai kebijakan Kementerian Kesehatan dan akselerasi peningkatan capaian indikator rumah sakit.
Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas pelayanan, penguatan tata kelola, optimalisasi fasilitas dan peralatan medis, serta pengendalian biaya operasional. Perbaikan administrasi klaim dan pengelolaan piutang, disertai pemanfaatan data untuk evaluasi kinerja, juga menjadi bagian penting dalam menjaga efisiensi dan mutu pelayanan.
Sinkronisasi Kebijakan dan Capaian Indikator Rumah Sakit
Sesi arahan dan diskusi menghadirkan dr. Sunarto, M.Kes., selaku Sekretaris Ditjen Kesehatan Lanjutan, serta dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes., selaku Direktur Tata Kelola Pelayanan Rujukan Ditjen Kesehatan Lanjutan. Diskusi dimoderatori oleh DR. Dr. A. Tenrisanna Devi, SpM(K), MARS.
Pembahasan mencakup arah kebijakan dan koordinasi program di lingkungan Ditjen Kesehatan Lanjutan, serta penguatan tata kelola pelayanan rujukan untuk mendukung peningkatan kinerja dan capaian indikator rumah sakit Kementerian Kesehatan.
Pengalaman Pasien dan Reputasi Rumah Sakit
Pertemuan juga mengangkat tema “From Patient Experience to Hospital Reputation: Peran Strategis Humas dalam Membangun Kepercayaan Publik.” Sesi ini menghadirkan Dr. drg. Masyitoh Basabih, MARS, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dan dr. Ben Widaja, MBChB(UK), dari Mandala Hospital, dengan moderator dr. Harli Amir Mahmudji, SpPD-KEDM.
Diskusi menyoroti keterkaitan pengalaman pasien, kualitas pelayanan, dan komunikasi publik dalam membangun reputasi serta kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
Perkuat Sinergi untuk Pelayanan Bermutu
Rangkaian kegiatan hari pertama menjadi wadah penguatan kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan mitra strategis. Melalui kerja sama penjaminan, penguatan tata kelola, dan peningkatan kualitas pelayanan, ARSKI mendorong keberlanjutan kinerja rumah sakit Kementerian Kesehatan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Humas RS Soeharto Heerdjan
