Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change”, ARSAWAKOI Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026 di Hotel Royal Kuningan
JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2026, anggota ARSAWAKOI bersama jajaran rumah sakit jiwa dan para pemangku kepentingan bidang kesehatan jiwa mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan pada 9–11 Oktober 2026 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, serta sejumlah lokasi kegiatan lainnya.
Peringatan tahun ini mengangkat tema “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change”, yang menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman nyata individu dalam menghadapi persoalan kesehatan jiwa, memberikan ruang bagi suara mereka, serta mendorong perubahan yang lebih bermakna dalam pelayanan dan dukungan kesehatan mental.
Rangkaian kegiatan diselenggarakan melalui kolaborasi RS Soeharto Heerdjan dan ARSAWAKOI, dengan agenda yang meliputi semiloka, rapat kerja organisasi, diskusi ilmiah, berbagi pengalaman pelayanan kesehatan jiwa, pagelaran seni dan budaya, penganugerahan lomba, hingga kampanye kesehatan jiwa kepada masyarakat.
Semiloka dan Rapat Kerja ARSAWAKOI
Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat, 9 Oktober 2026, melalui semiloka bersama anggota ARSAWAKOI di Ballroom Hotel Royal Kuningan. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang pertemuan untuk memperkuat koordinasi, berbagi pemikiran, serta membahas upaya pengembangan pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia.
Agenda seremonial juga mencakup pemotongan tumpeng bersama dalam rangka memperingati hari lahir Bapak Psikiatri Indonesia, Prof. Dr. dr. R. Kusumanto Setyonegoro, Sp.KJ(K). Momentum ini menjadi bentuk penghormatan terhadap kontribusi tokoh yang memiliki peran penting dalam perkembangan psikiatri di Indonesia.
Semiloka HKJS 2026 membahas dua isu utama, yakni arah kebijakan kesehatan lanjutan dalam penguatan pelayanan kesehatan jiwa serta penguatan pelayanan kesehatan jiwa bagi kelompok rentan.
Dalam agenda tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai kebijakan, tantangan, dan strategi pengembangan layanan kesehatan jiwa. Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi dan mendorong pelayanan yang semakin berkualitas, terintegrasi, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Rangkaian hari pertama juga diisi dengan rapat kerja ARSAWAKOI untuk membahas perkembangan program kerja organisasi. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan langkah dalam mendukung pengembangan pelayanan kesehatan jiwa.
Berbagi Pengalaman dan Memperkuat Pelayanan Kesehatan Jiwa
Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan hospital tour ke RS Soeharto Heerdjan dan sesi berbagi atau sharing session di Hotel Royal Kuningan.
Sesi berbagi mengangkat pengalaman pelayanan kesehatan jiwa dan penanganan masalah kesehatan jiwa di Indonesia, termasuk penguatan pelayanan kesehatan mental berbasis komunitas serta pemanfaatan inovasi dan digitalisasi dalam layanan kesehatan.
Sejumlah materi yang dijadwalkan dalam kegiatan ini mencakup pengalaman penguatan layanan kesehatan mental berbasis komunitas dari Swedia, inovasi digitalisasi pelayanan, pengalaman penanganan persoalan psikososial di Gunungkidul, serta transformasi rumah sakit jiwa menuju pelayanan yang lebih terintegrasi dengan keunggulan di bidang psikiatri.
Pembahasan juga mencakup implementasi program percontohan kesehatan jiwa komunitas. Berbagai perspektif tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan bagi peserta untuk memahami pendekatan pelayanan kesehatan jiwa dari beragam konteks dan pengalaman.
Melalui forum ini, pengalaman praktis tenaga kesehatan, institusi, dan komunitas diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran bersama. Pengalaman nyata tersebut penting untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan layanan, memahami hambatan yang dihadapi masyarakat, serta mendorong pengembangan pendekatan yang lebih responsif dan manusiawi.
Hal ini sejalan dengan semangat tema HKJS 2026, yakni memberikan ruang bagi pengalaman individu agar tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi pertimbangan dalam upaya memperbaiki pelayanan kesehatan jiwa.
Pagelaran Seni dan Budaya, Ruang Ekspresi dan Apresiasi
Selain kegiatan ilmiah, peringatan HKJS 2026 turut dimeriahkan dengan pagelaran seni dan budaya bertajuk The Art of Performance pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang ekspresi dan apresiasi yang melibatkan pegawai, pasien rehabilitasi psikososial, serta komunitas mitra. Berbagai penampilan seni menjadi bagian dari upaya membangun suasana yang inklusif dan memberikan kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas serta potensi yang dimiliki.
Rangkaian penampilan mencakup D’Soul, drama pantomim Heerdjan, stand-up comedy, serta pertunjukan dari sejumlah rumah sakit, termasuk RS Marzoeki Mahdi, RSKO, dan RS Dharmawangsa. Agenda juga dilengkapi dengan penayangan karya video nominasi, pengumuman pemenang, serta penyerahan hadiah dan piagam penghargaan.
Seni menjadi salah satu medium untuk menyampaikan pesan kesehatan jiwa secara lebih dekat kepada masyarakat. Melalui karya dan ekspresi, masyarakat diajak untuk melihat individu secara utuh, bukan semata-mata berdasarkan kondisi kesehatan mental yang dialaminya.
Keterlibatan pasien rehabilitasi psikososial dalam ruang ekspresi seperti ini juga mencerminkan pentingnya kesempatan, penghargaan, dan partisipasi yang setara. Setiap individu memiliki kemampuan, pengalaman, dan cerita yang layak mendapatkan ruang untuk didengar.
Kampanye Kesehatan Jiwa Bersama Masyarakat
Rangkaian peringatan HKJS 2026 berlanjut pada Minggu, 11 Oktober 2026, melalui kegiatan Car Free Day di kawasan depan Kantor Kementerian Kesehatan, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Kegiatan dirancang dengan melibatkan masyarakat melalui Senam Sehat Jiwa, flash mob, serta pemeriksaan Heart Rate Variability (HRV). Rangkaian ini menjadi bagian dari kampanye untuk mendekatkan pesan kesehatan jiwa kepada masyarakat melalui aktivitas yang interaktif dan mudah diikuti.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Edukasi publik juga menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat lebih terbuka dalam membicarakan kesehatan mental, mengenali kebutuhan diri, dan mencari pertolongan profesional ketika diperlukan.
Pemeriksaan HRV merupakan salah satu bentuk pengukuran variasi interval waktu antardetak jantung. Hasilnya perlu ditafsirkan sesuai konteks dan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan kondisi kesehatan mental seseorang.
Mendengarkan Pengalaman, Mewujudkan Perubahan Nyata
Tema “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change” menjadi pengingat bahwa penguatan pelayanan kesehatan jiwa tidak cukup hanya dilakukan melalui kebijakan dan program. Upaya tersebut juga membutuhkan keterlibatan individu yang memiliki pengalaman langsung, baik sebagai pasien, penyintas, keluarga, tenaga kesehatan, maupun anggota masyarakat.
Mendengarkan pengalaman mereka dapat membantu membangun pemahaman yang lebih utuh mengenai kebutuhan, tantangan, dan harapan dalam proses pemulihan. Dengan demikian, pelayanan kesehatan jiwa dapat terus dikembangkan agar semakin berpusat pada individu, menghormati martabat manusia, serta memperhatikan aspek biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan HKJS 2026, ARSAWAKOI bersama RS Soeharto Heerdjan dan para pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, mengurangi stigma, dan mendukung pengembangan layanan kesehatan jiwa yang berkualitas.
Peringatan ini bukan sekadar momentum tahunan, melainkan ajakan untuk membangun kepedulian yang berkelanjutan. Setiap orang memiliki cerita yang layak didengar, setiap pengalaman dapat menjadi pembelajaran, dan setiap langkah kepedulian dapat membuka jalan bagi perubahan.
