Logo RSSH
MEMUAT
INFO Selamat Datang di Website Resmi RS Soeharto Heerdjan    |    Pendaftaran Rawat Jalan dapat dilakukan secara online melalui aplikasi atau tombol Daftar Online di atas    |    Layanan Poli Eksekutif beroperasi setiap hari kerja untuk kenyamanan Anda.

BERITA

BPD (Borderline Personality Disorder): Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

BPD (Borderline Personality Disorder): Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

BPD atau Borderline Personality Disorder adalah gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi cara seseorang mengatur emosi, memandang dirinya sendiri, menjalani hubungan dengan orang lain, serta merespons berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi ini sering ditandai dengan perubahan emosi yang intens, hubungan interpersonal yang tidak stabil, sensitivitas terhadap penolakan, serta kesulitan mengendalikan impuls. Namun, BPD bukan sekadar “emosian”, mudah baper, atau memiliki suasana hati yang berubah-ubah. Diagnosis BPD membutuhkan penilaian menyeluruh oleh tenaga profesional kesehatan mental.

Apa Itu BPD?

Borderline Personality Disorder, yang dalam bahasa Indonesia sering disebut gangguan kepribadian ambang, merupakan kondisi kesehatan mental yang berkaitan dengan kesulitan dalam mengatur emosi dan pola hubungan interpersonal.

Seseorang dengan BPD dapat mengalami emosi yang sangat intens dan perubahan perasaan yang berlangsung dalam waktu relatif singkat. Mereka juga dapat mengalami perubahan dalam cara memandang diri sendiri maupun orang lain.

National Institute of Mental Health (NIMH) menjelaskan bahwa BPD dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengatur emosi, meningkatkan impulsivitas, memengaruhi citra diri, dan menyebabkan kesulitan dalam hubungan dengan orang lain.

Penting untuk dipahami bahwa tidak semua orang yang mengalami perubahan suasana hati atau memiliki hubungan yang sulit berarti mengalami BPD.

Apa Saja Gejala BPD?

Gejala BPD dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:

1. Emosi yang sangat intens

Seseorang dapat mengalami perubahan emosi yang kuat, seperti merasa sangat sedih, marah, cemas, atau tertekan. Perubahan tersebut dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari.

2. Hubungan yang tidak stabil

Hubungan dengan keluarga, teman, atau pasangan dapat mengalami perubahan yang intens. Seseorang mungkin pada suatu waktu merasa sangat dekat dengan orang lain, kemudian merasa sangat kecewa atau menjauh ketika terjadi konflik atau merasa ditolak.

3. Sensitif terhadap penolakan atau kehilangan hubungan

Ketakutan terhadap kemungkinan ditinggalkan atau ditolak dapat menjadi pengalaman yang sangat kuat bagi sebagian orang dengan BPD.

Hal tersebut dapat memengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan mengambil keputusan dalam hubungan interpersonal.

4. Citra diri yang tidak stabil

Seseorang dapat mengalami perubahan dalam cara memandang dirinya sendiri, termasuk mengenai nilai diri, tujuan hidup, minat, maupun identitasnya.

5. Perasaan kosong

Perasaan hampa atau kosong yang berlangsung berulang dapat menjadi salah satu pengalaman yang muncul pada BPD.

6. Kesulitan mengendalikan kemarahan

BPD dapat disertai kemarahan yang intens atau kesulitan mengendalikan respons ketika menghadapi situasi yang dianggap mengecewakan atau mengancam hubungan.

7. Perilaku impulsif

Sebagian orang dengan BPD dapat melakukan tindakan secara impulsif, misalnya dalam penggunaan uang, konsumsi makanan, penggunaan zat, atau perilaku lain yang berisiko. Tidak semua orang dengan BPD mengalami hal yang sama.

Apa Penyebab BPD?

Penyebab pasti BPD belum sepenuhnya diketahui.

Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan BPD kemungkinan melibatkan kombinasi berbagai faktor, termasuk faktor biologis, genetik, lingkungan, serta pengalaman sosial dan interpersonal.

Riwayat keluarga dengan kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko. Beberapa orang dengan BPD juga melaporkan pengalaman hidup yang sulit, seperti pengabaian, perlakuan buruk, kehilangan, atau hubungan yang tidak stabil. Namun, memiliki pengalaman tersebut tidak berarti seseorang pasti akan mengalami BPD.

Karena penyebabnya kompleks, BPD tidak tepat dijelaskan hanya sebagai akibat dari satu pengalaman tertentu.

BPD pada Remaja dan Dewasa Muda

Gejala yang berkaitan dengan BPD dapat mulai terlihat pada masa remaja atau awal masa dewasa. Namun, perubahan emosi dan perilaku pada masa remaja juga dapat terjadi sebagai bagian dari perkembangan.

Karena itu, jangan melakukan diagnosis sendiri berdasarkan daftar gejala di internet.

NIMH menyebutkan bahwa BPD umumnya didiagnosis pada akhir masa remaja atau awal masa dewasa. Dalam kondisi tertentu, diagnosis pada usia di bawah 18 tahun dapat dipertimbangkan oleh profesional apabila gejalanya berat dan menetap.

Penilaian profesional penting untuk membedakan BPD dari kondisi lain yang memiliki gejala serupa.

BPD Apakah Sama dengan Bipolar?

BPD dan gangguan bipolar bukan kondisi yang sama, meskipun keduanya dapat melibatkan perubahan suasana hati.

Pada BPD, perubahan emosi dapat sangat dipengaruhi oleh situasi interpersonal dan dapat berlangsung dalam waktu relatif singkat.

Sementara itu, gangguan bipolar memiliki episode perubahan suasana hati tertentu, termasuk episode mania atau hipomania pada tipe bipolar tertentu.

Karena terdapat beberapa gejala yang dapat tumpang tindih, membedakan keduanya membutuhkan evaluasi oleh profesional kesehatan mental.

Jadi, seseorang yang mengalami perubahan suasana hati tidak dapat langsung disimpulkan mengalami BPD maupun bipolar.

Bagaimana BPD Didiagnosis?

Diagnosis BPD dilakukan oleh tenaga profesional kesehatan mental melalui evaluasi menyeluruh.

Prosesnya dapat mencakup pembahasan mengenai:

  • gejala yang dialami;
  • pola hubungan dengan orang lain;
  • perubahan emosi dan perilaku;
  • riwayat kesehatan mental;
  • riwayat keluarga;
  • dampak gejala terhadap kehidupan sehari-hari.

Pemeriksaan juga dapat membantu menyingkirkan kondisi medis atau gangguan mental lain yang mungkin memiliki gejala serupa.

Karena itu, artikel di internet, kuis online, atau konten media sosial tidak dapat menggantikan proses diagnosis profesional.

Bagaimana BPD Ditangani?

BPD dapat ditangani. Tujuan penanganan adalah membantu seseorang mengelola emosi, meningkatkan kemampuan menghadapi masalah, memperbaiki hubungan interpersonal, serta meningkatkan fungsi dan kualitas hidup.

Psikoterapi

Psikoterapi merupakan pendekatan utama dalam penanganan BPD.

Salah satu terapi yang banyak digunakan adalah Dialectical Behavior Therapy (DBT).

DBT dikembangkan secara khusus untuk membantu orang dengan BPD dan mengajarkan berbagai keterampilan untuk:

  • mengenali dan mengelola emosi;
  • meningkatkan kesadaran terhadap kondisi diri;
  • menghadapi tekanan secara lebih adaptif;
  • meningkatkan kemampuan berhubungan dengan orang lain.

Terapi kognitif perilaku atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) juga dapat digunakan untuk membantu seseorang mengenali pola pikir dan perilaku yang kurang adaptif.

Obat-obatan

Obat bukan merupakan terapi utama khusus untuk BPD. Namun, dokter dapat mempertimbangkan obat tertentu untuk menangani gejala tertentu atau kondisi lain yang muncul bersamaan.

Penggunaan obat harus berdasarkan evaluasi dan rekomendasi tenaga medis.

Apakah BPD Bisa Membaik?

Ya. BPD bukan berarti seseorang akan selamanya mengalami kesulitan yang sama.

Dengan penanganan yang tepat dan berkelanjutan, banyak orang dapat mengalami perbaikan gejala, fungsi sehari-hari, hubungan interpersonal, dan kualitas hidup.

Dukungan keluarga dan lingkungan juga dapat membantu proses pemulihan. NIMH menekankan pentingnya dukungan, pemahaman, kesabaran, dan dorongan untuk mengikuti rencana perawatan yang telah dibuat bersama tenaga profesional.

Bagaimana Cara Mendukung Orang dengan BPD?

Jika memiliki keluarga atau teman yang sedang mendapatkan penanganan BPD, beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Dengarkan tanpa langsung menghakimi.
  • Hindari memberi label seperti “drama” atau “terlalu sensitif”.
  • Dorong untuk mendapatkan bantuan profesional.
  • Hormati batasan dan rencana perawatan yang telah disepakati.
  • Pelajari kondisi BPD dari sumber kesehatan yang terpercaya.
  • Jaga komunikasi yang jelas dan konsisten.
  • Jangan mengabaikan perubahan kondisi yang mengkhawatirkan.

Keluarga juga dapat mencari dukungan profesional untuk memahami kondisi dan cara memberikan dukungan yang sesuai.

Kapan Sebaiknya Mencari Bantuan Profesional?

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan mental lainnya apabila perubahan emosi, perilaku, atau hubungan dengan orang lain mulai mengganggu sekolah, pekerjaan, keluarga, hubungan sosial, atau aktivitas sehari-hari.

Semakin cepat seseorang mendapatkan evaluasi yang tepat, semakin cepat pula rencana penanganan dapat disusun sesuai kebutuhannya.

Jika seseorang berada dalam kondisi krisis atau merasa tidak aman terhadap dirinya sendiri, segera cari bantuan dari orang dewasa tepercaya dan layanan kesehatan atau fasilitas kesehatan terdekat.

 

BPD atau Borderline Personality Disorder adalah kondisi kesehatan mental yang dapat memengaruhi pengaturan emosi, citra diri, perilaku, dan hubungan interpersonal.

BPD bukan sekadar sifat seseorang yang mudah marah, sensitif, atau mengalami perubahan mood. Diagnosis memerlukan evaluasi menyeluruh oleh profesional kesehatan mental.

Kabar baiknya, BPD dapat ditangani. Psikoterapi, termasuk pendekatan seperti DBT dan CBT, dapat membantu seseorang mengembangkan keterampilan untuk mengelola emosi dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan melakukan diagnosis sendiri.Silahkan datang dan Konsultasikan dengan psikolog atau psikiater di RS Soeharto Heerdjan  untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.

Penulis : dr Tomy Rahardja, Sp.KJ

Leave Comment

Please login first