Pengaruh Stres Kerja Terhadap Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun dapat dipengaruhi oleh stres kerja, yang dapat memicu perkembangan penyakit, memengaruhi tingkat keparahan kondisi tersebut. Stres pekerjaan, khususnya dalam bentuk stres kerja shift, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya kondisi autoimun. Pelepasan hormon stres seperti glukokortikoid dan katekolamin, dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, mengubah respons imun dan berpotensi memicu atau memperburuk reaksi autoimun.
Pasien dengan penyakit autoimun sering melaporkan mengalami stres yang cukup besar sebelum kondisi mereka memburuk, yang menyiratkan potensi hubungan antara peristiwa kehidupan yang penuh tekanan seperti stres terkait pekerjaan dan aktivitas penyakit autoimun mereka. Aktivasi stres memicu pelepasan glukokortikoid dan katekolamin melalui sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), berpotensi menyebabkan disregulasi imun dan hilangnya toleransi diri, yang merupakan ciri khas penyakit autoimun.
Mengurangi stres dapat memberikan manfaat terapeutik bagi individu yang menderita penyakit autoimun, yang menandakan pentingnya manajemen stres sebagai komponen penting dari rencana perawatan holistik. Stres dapat mengganggu keseimbangan antara sitokin proinflamasi dan antiinflamasi, sehingga memicu keadaan proinflamasi yang dapat berkontribusi pada penyakit autoimun. Stres kerja dapat timbul dari berbagai faktor termasuk dukungan sosial yang rendah, pekerjaan berulang, kurangnya kepuasan kerja, lingkungan kerja psikososial yang buruk dan kerja shift.
Pengobatan penyakit autoimun secara efektif membutuhkan pendekatan komprehensif yang mencakup manajemen stres. Stres kerja, terutama jika kronis atau parah, dapat berkontribusi pada memburuknya penyakit autoimun melalui interaksi kompleks antara sistem saraf, endokrin, dan imun. Strategi pengurangan stres dapat menawarkan manfaat terapeutik bagi individu yang terkena dampak dari stres kerja.
Refrensi
Nunez SG, Rabelo SP, Subotic N, Caruso JW, Knezevic NN. Chronic stress and autoimmunity: the role of HPA axis and cortisol dysregulation. Int J Mol Sci. 2025;26(20):9994. doi:10.3390/ijms26209994.
Nielsen HB, Sejbaek CS, Dreyer LW, Madsen IEH, Flachs EM, Hougaard KS. Occupational history of psychosocial work environment exposures and risk of autoimmune rheumatic diseases: a Danish register-based cohort study. Scand J Work Environ Health. 2025;51(3):226 36. doi:10.5271/sjweh.4220.
Touil H, Mounts K, De Jager PL. Differential impact of environmental factors on systemic and localized autoimmunity. Front Immunol. 2023;14:1147447. doi:10.3389/fimmu.2023.1147447.
Piper MA, Tunks A, Humfrey S, Calderwood L, Tayabali S, Taylor S, et al. "My world has shrunk": a mixed-methods exploration of the impact of systemic autoimmune rheumatic diseases on patients' lives. Rheumatol Int. 2025;45(11):247. doi:10.1007/s00296-025-05993-2.
Cordeiro RA, Fischer FM, Shinjo SK. Work situation, work ability and expectation of returning to work in patients with systemic autoimmune myopathies. Rheumatology (Oxford). 2023;62(2):785-93. doi:10.1093/rheumatology/keac389.
