Logo RSSH
MEMUAT
INFO Selamat Datang di Website Resmi RS Soeharto Heerdjan    |    Pendaftaran Rawat Jalan dapat dilakukan secara online melalui aplikasi atau tombol Daftar Online di atas    |    Layanan Poli Eksekutif beroperasi setiap hari kerja untuk kenyamanan Anda.

BERITA

Waspadai Penyakit Ginjal: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Waspadai Penyakit Ginjal: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Ginjal merupakan salah satu organ vital yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Organ yang berbentuk menyerupai kacang ini berfungsi menyaring limbah dan racun dari darah, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, membantu mengontrol tekanan darah, serta memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dan kesehatan tulang.

Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa fungsi ginjalnya mulai menurun karena penyakit ginjal sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, tidak sedikit pasien yang baru mengetahui kondisi ginjalnya saat sudah memasuki stadium lanjut dan membutuhkan terapi seperti hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal.

Apa Itu Penyakit Ginjal?

Penyakit ginjal adalah kondisi ketika fungsi ginjal mengalami penurunan sehingga tidak mampu menyaring darah secara optimal. Jika tidak ditangani, limbah dan kelebihan cairan akan menumpuk di dalam tubuh dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius.

Penyakit ginjal dapat bersifat akut maupun kronis.

  • Gangguan ginjal akut terjadi secara tiba-tiba, namun masih berpotensi pulih apabila penyebabnya segera diatasi.
  • Penyakit ginjal kronis berkembang secara perlahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Kondisi ini umumnya bersifat progresif dan memerlukan pengelolaan jangka panjang.

Penyebab Masalah Ginjal

Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan ginjal, di antaranya:

  • Diabetes melitus yang tidak terkontrol.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Batu ginjal.
  • Infeksi saluran kemih yang berulang.
  • Penyakit autoimun, seperti lupus.
  • Penggunaan obat pereda nyeri tertentu secara berlebihan tanpa pengawasan dokter.
  • Kebiasaan merokok.
  • Obesitas.
  • Riwayat penyakit ginjal dalam keluarga.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, penyakit ginjal sering kali tidak menimbulkan keluhan. Namun, ketika fungsi ginjal mulai menurun, beberapa gejala berikut dapat muncul:

  • Tubuh mudah lelah dan lemas.
  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, tangan, atau wajah.
  • Frekuensi buang air kecil berubah, terutama pada malam hari.
  • Urine berbusa atau bercampur darah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Mual dan muntah.
  • Kulit terasa gatal.
  • Sesak napas akibat penumpukan cairan.
  • Sulit berkonsentrasi.

Apabila mengalami gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui lebih dini.

Siapa yang Berisiko Mengalami Penyakit Ginjal?

Seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit ginjal apabila memiliki kondisi berikut:

  • Menderita diabetes.
  • Memiliki hipertensi.
  • Berusia di atas 60 tahun.
  • Mengalami obesitas.
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ginjal.
  • Memiliki penyakit jantung.
  • Sering mengonsumsi obat tertentu tanpa pengawasan tenaga medis.

Pentingnya Deteksi Dini

Deteksi dini merupakan langkah terbaik untuk mencegah kerusakan ginjal yang lebih berat. Pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.

Beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan antara lain:

  • Pemeriksaan tekanan darah.
  • Pemeriksaan gula darah.
  • Pemeriksaan kadar kreatinin dan estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR).
  • Pemeriksaan urine untuk mendeteksi protein atau darah.
  • Pemeriksaan ultrasonografi (USG) ginjal bila diperlukan.

Semakin dini gangguan ginjal ditemukan, semakin besar peluang untuk memperlambat perkembangan penyakit dan mempertahankan fungsi ginjal.

Cara Menjaga Kesehatan Ginjal

Menjaga kesehatan ginjal dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari, seperti:

  • Minum air putih sesuai kebutuhan tubuh.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Mengurangi konsumsi garam, gula, dan makanan olahan.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Tidak merokok.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Mengontrol tekanan darah dan gula darah.
  • Menghindari penggunaan obat tanpa anjuran tenaga kesehatan.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kapan Hemodialisis Diperlukan?

Pada beberapa pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium lanjut, fungsi ginjal sudah tidak mampu lagi menjalankan tugasnya secara optimal. Dalam kondisi tersebut, dokter dapat merekomendasikan hemodialisis (cuci darah) untuk membantu menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari dalam darah.

Hemodialisis bukanlah penyembuhan penyakit ginjal, tetapi merupakan terapi pengganti fungsi ginjal yang membantu mempertahankan kualitas hidup pasien.

Penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan yang sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat, mengendalikan faktor risiko, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal yang lebih berat.

Apabila Anda memiliki faktor risiko atau mengalami gejala yang mengarah pada gangguan ginjal, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mempertahankan fungsi ginjal serta meningkatkan kualitas hidup.

Penulis dr Budi Yuwono, Sp.PD

Leave Comment

Please login first